BUMDes Gunting Hadir Siapkan Wisata Petik Melon, Mahasiswa KKN UINSA Berikan Pendampingan
Pasuruan, 09 Juli 2026 - Potensi Agro Wisata di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan peluang untuk dikembangkan. Salah satu potensi yang tengah dipersiapkan adalah Wisata Petik Melon yang dikelola oleh BUMDes Gunting sebagai upaya menghadirkan destinasi wisata baru sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk mendukung langkah tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 124 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya mengadakan workshop penyuluhan bersama Pemerintah Desa Gunting dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Camat Sukorejo Yani Yamani, S.SPT,.MT. Menyampaikan permasalahan bahwa sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi hampir di setiap desa. Di sisi lain, Desa Gunting memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai produk unggulan desa, seperti batik, hasil pertanian, hingga destinasi wisata berbasis potensi lokal, memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMDes, dan masyarakat, Potensi-potensi tersebut perlu terus didampingi dan dipromosikan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Gambar 1. Sambutan dari Camat Sukorejo
Usai Upacara dari Camat Sukorejo, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai Kepala Desa Gunting, Ketua BUMDes Gunting, serta Koordinator Desa KKN Kelompok 124. Dalam acara berbagai tersebut, masing-masing menyampaikan komitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan potensi Desa Gunting, khususnya melalui pengembangan destinasi Wisata Petik Melon dan memperkuat kapasitas pengelolaan BUMDes.
Mengangkat tema "Penyuluhan Pengembangan Wisata Petik Melon Melalui Digital Marketing di Desa Gunting", kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan dengan materi "Kelembagaan dan Pemasaran Desa Wisata". Peserta diajak memahami bahwa membangun desa wisata tidak hanya mengandalkan potensi alam yang dimiliki, tetapi juga memerlukan kelembagaan yang kuat agar pengelolaannya berjalan secara terarah. Pada kesempatan tersebut, narasumber menjelaskan pentingnya pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) beserta fungsi, persyaratan, dan tahapan pembentukannya sebagai salah satu fondasi dalam pengembangan desa wisata.
Selain membahas kelembagaan, peserta juga dikenalkan dengan berbagai strategi pemasaran desa wisata di era digital. Mulai dari pemanfaatan media sosial, website desa, pembuatan konten foto dan video, hingga penerapan Search Engine Optimization (SEO) dijelaskan sebagai cara efektif untuk memperkenalkan Wisata Petik Melon kepada masyarakat yang lebih luas. Materi ini membuka wawasan peserta bahwa promosi digital menjadi salah satu langkah penting agar potensi desa dapat diketahui oleh calon wisatawan dari berbagai daerah.

Gambar 2. Penyampaian materi oleh narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat antara narasumber dan peserta. Berbagai pertanyaan mengenai pembentukan Pokdarwis, pengelolaan destinasi wisata, hingga strategi promosi melalui media digital menjadi topik yang dibahas bersama. Meskipun sebagian peserta masih lebih banyak menyimak, suasana diskusi tetap berjalan interaktif dan memberikan banyak wawasan baru bagi masyarakat.


Gambar 3. sesi foto Bersama perangkat desa
Workshop kemudian ditutup dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan sesi dokumentasi seluruh peserta. Kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 124 diharapkan tidak hanya menjadi pendamping selama pelaksanaan program, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan Wisata Petik Melon. Melalui sinergi tersebut, BUMDes Gunting diharapkan mampu menghadirkan destinasi Agro Wisata yang menarik, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Gunting.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini